Malam Tirakatan HUT RI ke-80 di Desa Selodono: Kebersamaan, Doa, dan Tumpeng Kemerdekaan
Selodono – Suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan terasa pada malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Desa Selodono. Acara yang dihadiri oleh warga dari Dusun Muning, Ngampel, hingga Kalilanang ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Doa Bersama untuk Negeri
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Lantunan doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala marabahaya. Para warga duduk beralas tikar, membentuk lingkaran besar yang menggambarkan semangat persatuan dan kesederhanaan.
Pemotongan Tumpeng oleh Kepala Desa
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Bapak Kepala Desa Selodono. Tumpeng berwarna kuning yang dihias aneka lauk-pauk serta sayuran segar menjadi simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan. Di atas tumpeng, terpancang bendera kecil bertuliskan “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80”, semakin menguatkan makna peringatan kemerdekaan tahun ini.
Potongan pertama tumpeng kemudian diserahkan sebagai bentuk penghormatan dan simbol kebersamaan. Momen tersebut disambut tepuk tangan hangat dari seluruh warga yang hadir, menandai rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.
Kebersamaan Warga Selodono
Tidak hanya doa dan tumpeng, malam tirakatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Para sesepuh desa, tokoh masyarakat, hingga generasi muda duduk bersama tanpa sekat, menikmati hidangan sederhana yang telah disiapkan. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang terus terjaga di Desa Selodono.
Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka
Momentum 80 tahun Indonesia merdeka bukan sekadar angka, tetapi pengingat akan panjangnya perjalanan bangsa. Melalui malam tirakatan ini, warga Selodono kembali diingatkan untuk menjaga persatuan, meningkatkan rasa syukur, serta melanjutkan perjuangan dengan cara berkontribusi positif bagi desa dan bangsa.
Dengan doa, tumpeng, dan kebersamaan, malam tirakatan HUT RI ke-80 di Desa Selodono menjadi simbol nyata bahwa semangat kemerdekaan terus hidup di tengah masyarakat.